20100629 26

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak

in , ,

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetakPermasalahan yang sering timbul dalam dunia desain grafis adalah ketika desain dihadapkan dengan dunia produksi. Banyak sekali desainer grafis yang handal ilmu desainnya, mahir penguasaan toolnya, namun lemah terhadap pengetahuan dalam bidang produksi. Hal ini menyebabkan hasil akhir produksi dari suatu desain biasanya kurang memuaskan. Masalahnya bisa beragam, namun seringkali ditemukan pada perbedaan hasil dari warna pada proses cetak.

Permasalahan ini sederhana dan lazim terjadi di dunia percetakan. Diakibatkan dari kurangnya pengetahuan desainer terhadap konsep dasar dan teori warna. Warna dalam dunia percetakan berbeda dengan warna tampilan di monitor. Teori ini dibagi berdasarkan dua model warna : RGB dan CMYK. Perbedaan inilah yang kemudian menyebabkan seringnya terjadi kesalahan atau hasil yang tidak diinginkan dari warna akhir melalui proses cetak.

Adapun perbedaan warna RGB dan CMYK, secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini :

Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti komputer, televisi dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan warna latar belakang yang gelap (hitam).

Sedangkan CMYK adalah warna yang dikenal dalam proses printing dan percetakan. Terdiri dari C = Cyan, M = Magenta, Y = Yellow, dan K = Black. Warna CMYK digunakan untuk tampil seimbang dengan latar belakang putih dari bahan cetak seperti kertas dan lain-lain.

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak

Warna RGB biasanya lebih terang dan jelas, biasanya menghasilkan besar kapasitas file yang lebih kecil. Warna RGB sangat cocok untuk presentasi visual dalam tampilan monitor seperti desain halaman web/situs. Ketika suatu karya desain dalam format RGB akan diprint dan melalui suatu proses cetak, maka warna RGB harus dikonversi dahulu kedalam model warna CMYK. Hal ini karena printer dan mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK sebagai model warna dari kalibrasi di mesin cetak.

Sering kali beberapa karya desain yang akan naik cetak masih dalam format RGB, dan ketika dikonversi menjadi CMYK, warna biasanya akan berubah menjadi lebih redup dan tidak secerah warna yang tampil pada model RGB. Solusi dari masalah ini adalah, desainer harus memastikan dulu desainnya tampil dengan warna yang diinginkan dalam format warna CMYK, karena yang akan keluar dari mesin cetak adalah warna dengan model CMYK.

Beberapa software/aplikasi untuk desain grafis biasanya mengizinkan kita untuk bekerja dengan memilih antara dua model warna (RGB atau CMYK) walaupun dalam beberapa hal, seperti beberapa fungsi dari photoshop tidak akan aktif jika kita bekerja dalam model warna CMYK. Pemilihan model warna biasanya akan tampil ketika kita membuka dokumen baru. Namun, apabila sudah terlanjur bekerja di salah satu model warna dan kita ingin menggantinya, kita bisa menkonversi kembali model warna tersebut.

Berikut beberapa cara konversi model warna dari RGB ke CMYK di beberapa software desain grafis :

Adobe Photoshop
Pada menu bar pilih: Image > Mode > CMYK

Adobe Illustrator
Pada menu bar pilih: File > Document color mode > CMYK color

CorelDRAW
Pilih masing-masing objek yang akan dikonversi. Pilih Fill tool dan klik Fill Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK. Untuk setiap objek dengan garis/outline : Pilih Outline tool dan klik Outline Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK.

Microsoft Publisher 2003-2007
Pilih Tools > Commercial Printing Tools > Color Printing, pilih Process Colors (CMYK)

Adobe Indesign
Pilih Window > Swatches dan Window > Color. klik ganda color di Swatches dan ganti color mode ke CMYK dan color type ke Process.

Sekian dulu, semoga bermanfaat.. :)

Share On:

26 Responses to “ Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak ”

  1. inilah hambatan utama para pencetak grafis. terutama yang berminat pada studio photo..
    hasil edit dikomputer sama hasil percetakan beda dalam kekentalan warnanya...

    saya kira, dengan mode warna diatas (mode CMYK)sama saja jika resolusi monitor yang tidak mendukung..

    tapi, terimakasih atas pembahasannya...
    :)

  2. mas, taruh lah di advertisementnya ditaruh blog ane...
    :)
    hehe (kalo mau)...
    ini link gambarnya...
    http://i741.photobucket.com/albums/xx58/jakazulham/blog/jakazulhamblogs.jpg

  3. mas, saya buat file dengan corel, padahal mode color sudah CMYK tapi mengapa waktu cetak warnanya tetap berubah / lain dengan warna di monitor ???

    di monitor biru muda terang, hasil cetak biru pucat redup, printer gw canon ix 4000.

  4. ajir says:

    @ Jaka : hehe..di blogroll aj y? :D
    @ Budiman : Tampilan warna di Coreldraw emg bermasalah, sering gak nyambung sama hasil cetak. coba, filenya di convert ke .tif dulu baru di print. Setting pada print sama bahan kertas yg dipake mgkin jg berpengaruh..

  5. @Jaka: Resolusi berhubung dengan ukuran pixel bukan warna. Jadi, tidak berpengaruh.

    @Budiman: Monitor harus dikalibrasi dulu. Kalau cetak di studio foto tanya setting kalibrasinya, kalau bisa minta filenya. Kalau di printer sendiri, coba-coba saja sendiri.

    Sekedar tambahan, setahu saya cara kerja lebih baik ialah dengan mulai kerja di mode RGB dan setelah selesai baru convert ke CMYK. Kenapa di RGB, karena jangkauan warna lebih besar dan output yang kita gunakan, monitor, menggunakan mode RGB. Setelah convert ke CMYK nanti pasti ada warna-warna yang hilang karena jangkauannya lebih rendah.

    Saya sendiri kalau nulis buku tekniknya begitu. Semua Photoshop tetap di mode RGB, yang penting nanti hasil akhirnya (PDF) dalam format Press (CMYK).

  6. ia mas, ditunggu...
    periksa juga di jakazulham.blogspot.com

  7. @ kalo saya baiknya kalo kerjain sebuah desain tergantung desainnya untuk apa dulu untuk di cetak atau hanya untuk tampilann web atau desain.

    kalo cetak ya awalnya langsung setting ke CMYK
    begitu juga kalo mau untuk web atau wallpaper monitor langsung ke RGB.

    karena ketika mendesain kita kan mau hasil waktu set sama dengan cetak, jangan sampai dah desain cape2, hasil warna cetaknya beda.. frustasi berat tu.. ( penyakit corel nih )

    nice inpoh!!

  8. Anonim says:

    Menurut sy, kerjakan dulu materi desain dng color mode RGB utk materi cetak cmyk(agar fungsi "effect" tetap aktif di Photoshop. Kan desainnya mau diberi bbg efek to). Setelah itu baru color mode ubah ke cmyk. Perubahan warna ditampilan monitor dan hasil cetak (prnter kita)biasanya berbeda, entah monitor perlu disetel atau dikalibrasi lagi. Solusi sy selama ini,materi desain/grafis yg dibuat diprint inkjet (sbg guideline kepada petugas jasa digital printing, seperti "Subur". Maaf ini bukan promosi).Terus file tsb diekspor ke ext Tiff. Simpan dlm flashdik file tiff tadi(+ file asli, link gambar, font yg digunakan). Lalu,di Subur minta dicetak digital(cetak "real" CMYK) biasanya di atas kertas art paper 230gr.Tujuannya, agar kita tahu apakah warna CMYK yg diinginkan sudah tercetak dng benar dan sesuai. Bila belum, komposisi warnanya bisa diedit lagi di tempat itu. Cetak digital(yg "real" CMYK) ibarat membuat proofprint, tapi tanpa membuat film separasi, dan murah lagi. Output ini sbg guideline, selanjutnya dibuatkan film separasi dan dibawa ke percetakan. Semoga info ini dapat membantu teman2.Catatan: jangan berpedoman hanya pada monitor kita, sebab file kita akan tampil berbeda di monitor tempat jasa pembuatan film separasi atau di monitor milik percetakan (toh pedoman mereka adalah proofprint sbg guideline warna cetak cmyk. Terus, monitor di percetakan/pembuat film sparasi, biasanya pakai Mac.Terus lagi, format/sistem cetak mereka umumnya berdasarkan Photoshop (cetak offset atau digital print bahan flexy)karena dianggap warnanya lebih stabil. Sori dehhh, kepanjangan

  9. ajir says:

    @Ikaz @ Jeprie : mungkin kalo masalah metode warna ap yg dipake buat desain, kembali berpulang ke masing2 designer..thanks 4 share :)

    @Anonim : Info bagus buat pembaca Desain Studio..ga pa pa kalo kepanjangan dikit..Thanks yah, :D

  10. Anonim says:

    Bos nanya, Aku lay out koran pake Corel, tapi percetakan minta filenya jadi PDF, kalo yang b/w gak masalah, tapi yang warna dia minta CMYK masing2 jadi 1 file PDF, gimana ya..?? maklum pemula. trim's

  11. ok boss kirain begini boss cara supaya konversi dari rgb ke cmyk tipsnya gimana supaya gambar relativ sama ketajamnnya gitu bisa ada keterangnya lagi nggak

  12. Numpang kasih masukan :
    Kalo outputnya ke printer non Offset spt desktop printing, digital print, laserjet color mode warna gbr nya pakai RGB aja jgn dikonvert ke CMYK krn nanti terjadi 2 kali konversi krn printing juga otomatis akan melakukan konversi tersebut. Sementara klo output ke separasi Offset harus dikonversi ke CMYK dulu spy bisa dibuat film 4 warna. Begitu bos...(www.imagidesign.blogspot.com)

  13. Anonim says:

    gimana cara mengatur jarak grabber image dan gimana juga caranya mengatur image agar center di adobe illustrator, tolong dong ....

  14. ajir says:

    Anonim > untuk masalah align di Illustrator, bisa lihat artikelnya disini

  15. Anonim says:

    Numpang nimbrung gan, klw cetak photo di Photoshop hasil warna setelah di print gelap, padahal seting brighnes da contras di menu photoshop sudah di sesuaikan dengan pilihan, sementara klw gbr tsbt di print nya di photoscafe kondisinya normal sesuai dg gbr yg ada di monitor, mhn pencerahan nya gan....tks.

  16. Numpang nimbrung gan, klw cetak photo di Photoshop hasil warna setelah di print gelap, padahal seting brighnes da contras di menu photoshop sudah di sesuaikan dengan pilihan, sementara klw gbr tsbt di print nya di photoscafe kondisinya normal sesuai dg gbr yg ada di monitor, mhn pencerahan nya gan....tks.

  17. nice artikell.. saya ini jg baru terjun didunia [percetakan,, ternyata ilmu desain sj tidak cukup untuk bisa mendapatkan output yg bagus,,
    @g_incafe, udahkah printnya di kalibrasi dengan monitor anda?

  18. thanks bgt gue dlu bingung knapa dicetak wrnanya beda sma yg di photoshop, oh ini ya masalanya . cool thanks :)

  19. reky says:

    inilah tuntutan para desainer agar bisa bermain warna dan bermain ancang2 ketika mendesain, ancang2 ketika nanti hasil akhir akan dicetak, biasanya klo warna CMYK itu akan turun sehingga wktu kita mendesain alangkah baik nya warna yg kita pilih dan kita manipulasi agar lebih terang 10-20%.. trims

  20. Trim's masbro, postingan yang bermanfaat. solusi sudah teratasi...

    salam sukses
    http://disiniadaberita.blogspot.com

  21. mau nanaya dong kalo hasil konversi dari rgb ke cmyk hasilnya akan sama kaya pas kita buat di rgb atau tidak? hehe ane gak punya prinan,, pas ngeprint ke warnet suka beda gth.. makasih bos

  22. @Abdil Latif; kalo konversi pasti warna akan berubah, entah lebih atau kurang, karena komposisi pendukungnya sudah jelas berbeda.

  23. bos cara menconvert RGB ke CMYK tanpa merubah warna, atau ada solusi lain. maklum masi pemula :) trims

  24. sangat membantu mas,..baru tau sekarang,..terima kasih mas,..

  25. denyhamzah says:

    halo mas, saya mau tanya..
    saya baru bekerja sbg layouter buku pelajaran SD. perusahaan saya kebijakan cetaknya suka berubah2, kadang full color, kadang 2 warna..
    yang mau saya tanya, bisa gak kalau saya buat dokumen dengan full color (teks dan gambar2), setelah selesai, saya convert satu dokumen itu menjadi 2 warna (jadi cyan dan black)? apa ada triknya? atau softwarenya? bisa gak adobe acrobat melakukan konversi warna tsb?
    terima kasih sebelumnya mas...

  26. tips nya sangat menarik,saya baru tau sekarang. biasanya asal pilih aja, soalnya amatiran hihihih

Leave a Reply