20110214 49

Kenapa Desain Grafis Tidak Boleh Gratis!?

in , ,

Banyak yang bertanya (lebih tepatnya menyalahkan) ketika saya (mungkin) terlalu antusias menolak praktek desain gratis. "itu kan hak masing-masing orang, yang ngerjain aja ga protes!" Begitu kira-kira respon yang saya terima dari beberapa orang yang rata-rata tidak bergelut dibidang desain grafis. Berangkat dari itu, maka saya kira perlu untuk menulis artikel sebagai jawaban kenapa desain itu tidak boleh gratis. Bukan hanya klarifikasi, tapi juga berbagi pendapat dan pemikiran dari sudut pandang saya sebagai pelaku di bidang desain grafis. Senang kiranya jika ada respon dari pihak yang pro terhadap desain gratis, semoga menjadi ajang tukar pikiran yang bermanfaat.


Dan berikut adalah alasan kenapa jasa layanan desain grafis itu tidak boleh gratis :

Apresiasi Terhadap Desain Grafis

Kenapa Desain Grafis Tidak Boleh Gratis

Semakin banyak yang memberi jasa layanan desain gratis, maka akan semakin banyak orang yang berfikir kalau desain grafis itu adalah pekerjaan iseng dan hobi semata. Padahal si pemberi jasa desain gratis kebanyakan adalah orang yang tidak punya pengetahuan apa-apa tentang desain grafis, biasanya hanya bermodal sedikit bisa software grafis dan tau beberapa tehnik dan efek, lantas iseng membuat beberapa karya.

Kesadaran Terhadap Hak Cipta

Gratis berarti jelas, tanpa dibayar! Sedangkan suatu karya desain grafis biasanya berisi dengan teks dan gambar dimana desainer memiliki hak penuh atas keduanya. Hak penuh itu tentu saja tidak (selamanya) bisa diperoleh secara gratis. Minimal sekali, desainer menggunakan alat bantu (kamera) untuk gambar yang disertakan pada karya, tentu ini tidak gratis bukan? Lantas ketika tidak diapresiasi dengan dibayar, tidak ada yang mau repot. Alhasil adalah menggunakan objek grafis yang desainer tidak memiliki hak untuk menggunakannya.

Orisinalitas Karya

Kenapa Desain Grafis Tidak Boleh Gratis

Desainer grafis adalah suatu bidang yang akan terus bersinggungan dengan yang namanya kreatifitas dan ide. Kreatifitas dan ide hanya akan tumbuh ketika seseorang melakukan proses untuk menemukannya, tidak bisa tiba-tiba seperti menerima wahyu. Dan siapa yang mau repot-repot menuangkan ide dan pemikiran untuk sesuatu yang tidak menghasilkan? Keikhlasan hati seperti ini ada, namun sedikit. Kebanyakan orang akan mengambil langkah pintas untuk menjiplak dan mencuri ide dari karya orang lain.

Kualitas Karya

Suatu karya desain akan dianggap berhasil ketika dia berperan positif dalam hal fungsi. Desain grafis bukan hanya kepentingan klien, ini kepentingan semua orang yang masih hidup dan bisa melihat. Dia berisi informasi dan pesan, dan ketika informasi dan pesan tersebut tidak sampai ke audiens, maka akan timbul kebingungan dan kekacauan. Bayangkan jika papan tanda di pinggir jurang menggunakan warna hijau (dan bukan merah), pasti akan banyak kendaraan yang akan terjun bebas kedalam jurang. Berangkat dari peran penting itu, desainer grafis sebaiknya memiliki standar kualifikasi yang semakin bagus. Dan jasa layanan desain grafis perlahan (tapi pasti) menurunkan kualitas karya desain grafis secara keseluruhan. Kualitas dibangun oleh support dan dorongan, salah satu bentuknya adalah apresiasi yang tidak ada pada desain gratis.

Keseimbangan

Suatu jerih payah tentunya harus dibalas setimpal, biar seimbang. Kalau tukang kebun dibayar karena jerih payahnya merawat kebun, teknisi listrik dibayar karena kemampuannya dibidang listrik, maka sudah sepantasnya desainer grafis dibayar karena kemampuannya memperbaiki problem visual. Apalagi, jasa layanan desain grafis biasanya diberikan untuk pelaku usaha. Kalau mereka punya modal untuk membangun usahanya, kenapa mereka tidak punya uang untuk membayar jasa layanan desain!? Tidak masuk akal bukan!?


Bagaimana dengan kamu?

Itu pendapat saya, siapapun bebas untuk setuju ataupun tidak. Tentu saja setiap orang punya pendapatnya masing-masing, silahkan sampaikan dengan berkomentar!


Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Share On:

49 Responses to “ Kenapa Desain Grafis Tidak Boleh Gratis!? ”

  1. Desainer grafis membuat sebuah karya bukan melulu untuk proyek amal. Bagaimana bisa hidup kalo jerih payah kita tidak mencukupi finansial kita? Kecuali khusus itu proyek amal ga masalah. Tapi kalo bersedekah kepada orang berkecukupan itu benar-benar konyol! Saya setuju dengan pendapatnya..

  2. Setuju saya, desain grafis harus di hargai, soal berapa harga itu relatif.

    Gratis desain hanya akan menjatuhkan martabat desainer itu sendiri, dan juga akan menumpulkan semangat kreatifitas serta condong asal-asalan dalam membuat sebuah karya desain.

  3. aaN says:

    Sangat suka dengan artikel ini. Smoga akan menggugah hati dan meng-edukasi pihak2 yg memandang rendah karya seni. Dan memahami bagaimana proses membuat sebuah konsep desain yg original, menarik dan unik hingga bisa dinikmati oleh mata audiens.

  4. yap. benar sekali.
    "if design isn't profitable, then it's art" -Henrik Fiskar

  5. Anonim says:

    Ada infographic menarik mengenai hal ini :
    http://www.coolinfographics.com/blog/2010/12/28/how-would-you-like-your-graphic-design-infographic.html

  6. Anonim says:

    yang mau gratis kan, yang mau enaknya aja..

  7. Anonim says:

    dan gara-gara desain gratis semua yang aku tau tentang desain grafis jadi habissss...

  8. Saya sangat mendukung dengan artikel yang di tulis oleh desain studio....

    Masih banyak masyarakat di negara kita yang kurang menghargai karya orang lain dan sudah saatnya kita mulai menghargai karya orang lain, bukan hanya di bidang desain saja tetapi untuk semua bidang. Karena kreatifitas adalah sesuatu yang sangat mahal dan tidak seharusnya di pandang rendah.....

  9. Pada Dasarnya Seperi itu Dan Saya sangat Setuju :D semoga lebih dihargai Ide serta visualisasi Teman Design / Tukang Design Grafis :D

  10. jadi inget salah satu Quote nya Joker di film The Dark Knight :

    "If you're good at something, never do it for free."

    setuju sekali, bahkan ide dan kemampuan desainer tidak didapat dengan mudah..sekolah desain itu tidak murah. yang otodidak pun tetap harus spending money untuk internet, hardware, software, listrik, dll.

    Tapi menurut saya apresiasi itu tisdak hanya berbentuk uang saja. misalnya kita buatin desain website salah satu media ternama dan sebagai bayarannya kita diperbolehkan ngiklan gratis disitu selama jangka waktu tertentu.
    tentu saja traffic websitenya sudah oke..
    lumayan kan?hehe

  11. Sebuah desain adalah karya yang kita fokuskan pada pemikiran,,,,
    kalau sekedar hanya ndesain tapi g terkonsep tu namanya menggambar abstrak.

    jadi desain harus ada harganya...
    semoga Berjaya Desain-Desain grafik INDONESIA

    http://perdosign.wordpress.com/

  12. PGDG says:

    TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA "DESAIN GRATIS" KARENA DESAIN TETAP HARUS ADA HARGANYA

    ARTIKELNYA BAGUS-BAGUS..TETAP SEMANGAT

    SALAM DARI PGDG
    www.ruangkreatif.com

  13. Anonim says:

    kebanyakan orang di indonesia memang senang sekali dengan sesuatu yang gratis bisa jadi karena ekonomi yang kurang, pemahaman nya juga kurang. artikel seperti ini bisa jadi salah satu cara untuk menyadarkan mereka

  14. nice article.
    ane lebih setuju mendudukkan masalah ini secara proporsional. siapa yang 'minta tolong' ke kita; 'orang kaya berduit banyak, yang usahanya profitable' atau 'orang miskin butuh belas kasihan seorang yang bisa ndesain'
    [ingat, pake tanda petik]
    intinya, bersikaplah proporsional, tidak berat sana, atau sini... CMIIW

  15. artikelnya mantap Gan...
    Ane setuju banget...
    Berapun harganya sebuah desain yang penting harus ada harganya. karena kreatifitas itu mahal.

  16. http://www.desaingratis.in/

    " Padahal si pemberi jasa desain gratis kebanyakan adalah orang yang tidak punya pengetahuan apa-apa tentang desain grafis, biasanya hanya bermodal sedikit bisa software grafis dan tau beberapa tehnik dan efek, lantas iseng membuat beberapa karya."

    Kalimat ini terlalu tendensius, cobalah gunakan paradigma yang lebih konprehensif bukan parsial. Jelilah melihat fenomena dan belajarlah menjadi orang besar. Saya ingin kita mengembangkan pola fikir kebebasan yang bertanggung jawab, bukankah seni itu sendiri sering out of box thinking, keluar dari kelaziman. Jadi tidak semua yang gratis itu negatif, kalaulah bayar adalah kelaziman, maka gratis adalah di luar kelaziman.

    Saya menggratiskan bagi yang tidak mampu membayar, karena ketika dia dalam keadaan lemah, maka para desainer grafis memiliki kepedulian untuk membantu, dzalim kalau kita memaksa dia membayar dan sebaliknya ketika dia mampu membayar dan dia meminta gratis maka dia juga dzalim.

    Sekeping cd bisa di hargai Rp. 50.000 tapi juga 1 keping cd bisa berharga 1 buah laptop dan bahkan lebih, menggunakan waktu yang sama dalam memproses desain. Karenanya kalaupun kita di bayar rendah bukan berarti karya kita asal, maka saatnya mengatakan karya saya mahal, tapi saya masih bisa berbagi untuk sesama. Itulah makan idealisme yang tinggi, dengan itu kita akan bahagia dengan apa yang kita kerjakan, karena disana mengalir sentuhan cinta.

    Semoga menjadi renungan agar kita tidak terlalu cepat menghakimi keadaan.

    http://www.desaingratis.in/

  17. ajir says:

    Terima kasih sebelumnya sudah berbagi pendapat.

    Banyak blog di internet juga menggunakan istilah "BERBAGI", tapi isi kontennya copy-paste semua. Kalau memang ingin berbagi, berbagilah dengan ikhlas dan bukan untuk kepentingan dan popularitas semata.

    Apakah semua karya desain yang anda gratiskan punya lisensinya, bagaimana dengan gambar yang dipakai untuk cover buku ini? :)

    Tidak ada masalah dengan berbagi dan menolong orang lain, tapi ketika kita menolong satu orang lantas merugikan banyak orang, ini tentu jadi masalah. Desain grafis sekarang dianggap sebelah mata karena praktek-praktek menggratiskan desain seperti yang Anda lakukan. Padahal desain grafis punya peran besar meningkatkan kualitas bangsa. Bukankah layout buku yang beredar disekolah, rambu-rambu peringatan di jalan, infographic di perkantoran dan tempat-tampat umum merupakan hasil karya desain grafis? Jadi, tanggung jawab desainer bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga masyarakat luas disekitarnya.

    Saya memang sedang menghakimi keadaan yang menurut saya sangat memprihatinkan.

  18. setuju ! untuk dapet ide perlu waktu dan kerja keras dan itu harus dihargai :D

  19. Anonim says:

    benarr...hampir seluruh masyarakat indonesia masih menyepelekan arti design...bahkan beberapa perusahaan besar indonesia lebih senang mereka bayar ratusan juta pada designer luar negeri utk sebuah logo...
    Pernah saya terpikir utk ada asosiasi atau kalopun sudah ada...dibuat standart..jgn pernah menerima jika dapat projek design apapun yg gratis.....krn semua ini terjadi akibat tidak adanya kekompakan dari komunitas kita sendiri....yg pada gilirannya...si pemberi project hanya melihat harga...bukan artistiknya...

    thanks

  20. Anonim says:

    Hari gini masih ada yang nawarin saya projek "thankyou" , emangnya thankyou situ bisa bayarin listrik sini?

  21. Anonim says:

    sorry to say , dengan alasan apapun, web seperti http://www.desaingratis.in/ secara tidak langsung mendukung paradigma masyarakat tentang design grafis, ga menutup kemungkinan kalau web sejenis ini tetap ada, kami sebagai pelaku industri ini akan tetap dipandang sebelah mata. Demikian.

  22. Anonim says:

    saya kurang setuju dg "Karya grafis" yg melulu harus dihargai dg materi. dalam hal ini saya berpendapat bahwa kita harus bisa memilah-milah Projek yg ada. jiga projek yang kita dapat memang nantinya untuk tujuan komersil maka kita memang pantas memberikan harga utk apa yg kita kerjakan. namun jika untuk tujuan sosial, knp kita harus memasang harga, jika kita bisa memberikan peran sosial dg Menggratiskan karya kita, tentunya jg dg tidak mengabaikan aspek originalitas dan kualitas karya.

  23. Anonim says:

    Sebuah karya bisa dibilang "bernilai" mahal berdasarkan hasil karnyanya (walau kadang gratis) bukan dari HARGAnya.
    Lalu kenapa ada beberapa orang yang meng share gratis karya2nya.??
    Dan kenapa juga ada yang menghargai karyanya dgn sangat mahal.??
    Karna itu "SENI"
    Seni itu bebas. bebas memilih apa yang mereka anggap "menyenangkan" dr apa yang mereka lakukan.

    Jadi Tidak hanya memandang dari satu sudutpandang saja.

    Kalo diri saya pribadi, saya menganggap SENI itu Sangat Mahal "tak ternilai dengan uang"

    by:oratidak

  24. Anonim says:

    Aahh.. artikel ini benar2 mengena. Saya selama ini mengerjakan desain secara sia-sia. Awalnya sih cuma iseng, hobi, etc, namun lama kelamaan saya sadar bahwa saya adalah orang yang GOBLOK! Trims atas pencerahannya.

  25. design grafis itu mahal lho...di luaran sana para designer graph sangat di hargai, terutama hak ciptanya...(site ini OK, moga tambah keren dan terus berbagi buat yang butuh)

    salam,

  26. aL says:

    saya setuju dengan tidak adanya desain gratis.
    "GRATIS" disini bermakna yang dimaksud adalah pemanfaatan desainer untuk keperluan satu orang saja, dalam hal ini si pemesan..
    kalau pemesan merendahkan pekerjaan desainer,yang dia sebenarnya mampu membayar tapi tidak mau mengeluarkan uang untuk membalas jasa desainer..jadi bisa disebut 'PEMESAN YANG PELIT'

    terhapusnya desain gratis bisa dicapai bila adanya saling menghormati antara pemesan dan desainer..si pemesan menghormati desainer dengan mau 'membayar'/mengganti jerih payah desainer, dan desainer yang menghormati pemesan dengan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuat desain yang baik..

  27. orang yg paling berguna adalah orang yang banyak memmberi manfaat pada orang banyak,design gratis ok, design berbayar juga wajar.. tergantung kebutuhan masing-masing.

  28. Anonim says:

    mungkin yg bermata pencaharian di design garafis pastilah tidak ada yang gratis, sekecil apapun itu, tetapi kalau yang hobi design mungkin bisa saja dia menggratiskan sekaligus untuk lebih memperdalam ilmu.......

  29. Anonim says:

    tidak selamanya yg gratis itu baik. tidak selamanya memberi cuma2 itu mendidik. setiap kreatifitas perlu dihargai dan mendapatkan balasan. di dunia ini kita mustahil tdk membutuhkan biaya.

  30. Anonim says:

    Halo artikel yang sangat menarik..mengingatkan saya saat seorang bule bertanya mengapa harga kayu di indonesia bisa sangat murah? Waktu itu saya jawab dengan asal2an kalo mungkin yang murah karena marak illegal loging..

    Hmmm..apakah hal yang sama juga yang menyebabkan jasa para desainer tanah air kebanyakan dihargai dibawah standart ( bahkan gratis )? Terus terang saya bingung untuk menjawabnya...hanya saja kemudahan bagi setiap orang untuk mengakses " tools" yang identik dengan dengan dunia grafis melalui barang2 bajakan ( murah serta terjangkau!!!) menyebabkan persaingan menjadi ketat dan seringkali berjalan " kurang sehat"

    Terus terang lagi saya juga sering merasa heran melihat kecepatan para desainer "hebat" tanah air..bayangkan di forum2 serta web lokal banyak sekali iklan pembuatan logo katalog , brosur dengan tempo yang sesingkat2nya bahkan hitungan jam saja..wuih...???!!! memang wajar jika kita berbicara mengenai sketsa.. atau dummy..tapi yang ,saya sering lihat ni barang jadi...mantabzzzzzz...

    Saya berpikir tidak mungkin / perlu kita memberi 'pencerahan" pada sang pemberi jasa2 kilat dan murah bahkan gratis tersebut.. karena pada intinya "MEREKA BUKAN KLIEN KITA" tidak ada gunanya berdebat kusir dengan mereka ..toh mereka juga cari makan..mengenai caranya kembali ke asing2 an kita tidak perlu marah atau tersinggung..

    Yang harus kita upayakan adalah menyarankan pada klien agar jangan " jajan" sembarangan :) karena akan menimbulkan kerugian dikemudian hari bagi para klien tersebut . Kalo klien yang kita temuin masih ngotot minta barang ga legal..ya tinggalin aja..ga usah takut kalo cari makan dengan cara halal itu bikin kita kelaparan...so mulai sekarang hilangkan sikap "membenarkan" sesuatu yang jelas2 ga legal..oeiiiiiii..kalian desainer grafis bukan seorang PS$#$#$#$# .OK ?

  31. Itulah yg sulit, ingat idealisme setiap org berbeda2 ...ada yg mengganggap desain itu karya yg mahal ada yang mengganggap desain itu murah...dll
    lantas ...manakah yg benar dan salah?
    jawabannya tidak ada...
    skrg gak usah jauh2 kepada desain intropeksi sendiri lah di indonesia yg pake software adobe, coreldraw, office, windows bajakan brp banyak??? gw rasa yg pake asli sama bajakan jumlahnya berbanding terbalik? apalagi yg ngotot2 desain harus dihargai tapi lantas softwarenya semua bajakan...? apakah anda menghargai developer software tersebut dengan gratisan?? itulah salah satu dampak mengapa desain jadi kurang dihargai karena hampir setiap org dapat mengakses software desain tersebut secara gratis dan hampir di setiap komputer ada program yg namanya photoshop...(in this case bukan punya org desain doank)padahal notabene utk 1 software aja jutaan...contohnya adobe cs 5 mastersuite yg seharga 20an juta...
    contoh lainya bagaimana dengan musik? musik mp3 tercecer gratisan ..., bagaimana dengan film?...bajakan2 film pun juga banyak...bahkan bisa didapatkan secara gratis...klo gw rasa ini adalah dampak dari teknologi...semua kena imbasnya bukan hanya desain aja...

  32. Anonim says:

    orang pintar emang kadang suka berlebihan mengutarakan sesuatu.... trus apa bedhanya orang pintar ama alay :D

  33. Anonim says:

    "Banyak yang bertanya (lebih tepatnya menyalahkan) ketika saya (mungkin) terlalu antusias menolak praktek desain gratis. "itu kan hak masing-masing orang, yang ngerjain aja ga protes!" Begitu kira-kira respon yang saya terima dari beberapa orang yang rata-rata tidak bergelut dibidang desain grafis. Berangkat dari itu, maka saya kira perlu untuk menulis artikel sebagai jawaban kenapa desain itu tidak boleh gratis"


    salut mas.... emang pinter cari sensasi.... wkwkwk...

  34. ajir says:

    Anonim > Terima kasih :)

  35. Setuju hampir 1 tahun kami hanya jual produk cetak dengan kata lain desain-desain yang kami hasilkan tidak harganya sama sekali... untuk itu www.lengsmoot.com akan menghapus semua paradigma desain gratis itu salah besar bahwasanya seorang desainer grafis tidak bedanya dengan jasa seorang guru ataupun seorang dokter.... hidup desainer grafis Indonesia.... salam dari kami www.lengsmoot.com

  36. Shofikducool says:

    Desain mahal harganya mahal kualitas tinggi, desain murah harga murah kualitas biasa biasa saja, dan desain gratis gak punya harga dan tidak berkualitas.

  37. banyak yg bisa desain tanpa tau dasar kaedahnya apa bisa disebut desainer grafis?? mereka yg ngancurin pasaran desain grafis diindonesia -.-"

  38. ifun says:

    sangat setuju dg artikel ini....

    desainer grafis juga butuh menghidupi anak-istri, bayar listrik, bayar air, bayar spp anak, bayar angsuran & bayar bermacam kebutuhan lainnya..

    "DESAIN GRATIS = bunuh diri...."
    membunuh ide, kreatifitas & kehidupan para desainer grafis..

  39. bener bgd ! , membuat sebuah karya itu membutuhkan tenaga n fikiran ,,

    n selayaknya patut d "hargai" sebagai penghargaan atas hasil yang telah dbuat oleh seorang desainer grafis..

  40. betul banget gan , setju saya :-)

  41. Anonim says:

    saya setuju sekali kalo masalah ini...

  42. Anonim says:

    akan tetapi msj bnyak yang tidak setimpal harganya...

  43. kalo kata temen saya mah...emang saya makan ikhlas???
    hehehe

  44. Anonim says:

    pencipta lagu akan mendapatkan bayaran lebih dari teman2nya se-band. meskipun lagu itu akan di nyanyikan bersama.

    lagu = desain
    band = kelompok
    nyanyikan = nikmati

  45. Anonim says:

    Yang saya kecewakan adalah mereka yang "minta tolong" ini kemudian merevisi karya dengan berbagai alasan dan teori yang membuatnya seakan lebih paham, padahal revisi ini semata-mata hanya bersinggungan dengan selera desain.

    Jika begitu, mengapa tidak dia saja yang mendesain? Jangan "minta tolong". Karena mendesain itu bukan hanya butuh kemampuan software, tapi juga referensi, ide, dan inspirasi. Lalu direvisi yang notabene mengganti akar ide itu mentah-mentah. Menganggap desainer bak penjaga mesin fotocopy, yang tugasnya hanya mengoperasikan mesin fotocopy (PC) dan menghasilkan gambar yang ia mau. Tidak menghargai esensi seorang desainernya sebagai manusia, yang memiliki otak, rasa, dan kebutuhan.

  46. saya setuju mas ! terkadang di design sepenuh hati dan di revisi setega hati hehe

Leave a Reply