20110505 1

Wawancara dengan Rama Dian, Pelukis

in ,

Kali ini Desain Studio berkesempatan berbincang-bincang dengan Rama Dian, salah seorang pelukis dari Aceh. Karya-karya beliau selalu khas dengan gaya hitam putih, realistis, dan terkesan klasik. Yang mengejutkan adalah, semua karya beliau kerjakan secara manual tanpa sedikit pun campur tangan teknologi digital didalamnya. Sangat menarik melihat sentuhan-sentuhan manusiawi dalam sebuah karya ditengah dominasi efek dari teknologi komputer dewasa ini. Langsung saja, silahkan menikmati wawancara kali ini, semoga terinspirasi dan memberi manfaat! :)



Hai Bang Dian! Pertama-tama, ceritakan sedikit tentang latar belakang anda? Bagaimana proses yang dilalui hingga sampai menekuni bidang seni lukis?

Dilihat dari sisilah keluarga, saya dilahirkan untuk berdagang. Keinginan untuk melukis muncul saat saya gagal dalam berdagang tahun 2005 silam. Saat itu saya mulai mengasah kemampuan saya. Di tahun 2006 saya mejadi lebih percaya diri ketika dipercaya menjadi pelukis batik di DEKRANAS, Banda Aceh.

Karya seni lukisan Anda sangat realistis, Perlu latihan berapa lama hingga bisa melukis seperti sekarang ini?

Sekitar tahun 2006 sampai 2009 (tiga tahun) saya melalui proses belajar secara otodidak. Di ujung tahun 2009, karya saya mulai mendapat respon dari masyarakat.



Bagaimana proses yang dilewati ketika melukis?, mulai dari persiapan sampai dengan selesai?

Pertama-tama saya membuat skala dari foto wajah (bergantung kepada besar kecilnya lukisan. Kemudian mulai menggambar bentuk wajah, baru dilengkapi dengan membentuk detail-detail pada bagian-bagian yang rumit pada wajah.

Menurut Anda, bagaimana cara yang baik untuk latihan menggambar?

Berlatih sesering mungkin dengan melihat dan (bila perlu) meniru hasil karya orang lain, semata-mata untuk proses berlatih dan meningkatkan kemampuan.



Adakah tokoh yang dijadikan panutan dalam bidang seni lukis?

Roun Kelana, beliau adalah salah satu pelukis aceh. diadalah guru saya yang memberi arahan (walaupun hanya dua hari) tentang bagaimana caranya menggambar..

Setahu saya, saat ini Anda hanya menggambar lukisan realistis. Adakah niat untuk mencoba beberapa bidang lain, seperti illustrasi, karikatur, atau bahkan komik?

Sepertinya belum. Saya masih ingin berfokus dulu di style gambar yang saya tekuni sekarang.


Ceritakan sedikit pengalaman paling berkesan dari project yang pernah anda kerjakan!

Projek yang paling berkesan adalah menggambar wajah sendiri di atas kertas kanvas. Lukisan tersebut berwarna. Itu satu-satunya projek yang saya kerjakan tidak dalam bentuk hitam-putih. Alasan saya tidak melanjutkan menggambar lukisan berwarna, dikarenakan saya buta warna dan agak sulit memilah dan mencampur warna.



Tidak jarang sebuah lukisan bisa dihargai dengan harga yang sangat tinggi. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

Lukisan yang berharga mahal biasanya adalah lukisan yang jujur, penuh makna, bebas, ekspresif dan bercerita. Serta tidak terikat berbagai kepentingan seperti tenggat waktu (deadline).

Adakah tips dan saran yang ingin disampaikan kepada pembaca Desain Studio?

Jika punya bakat dalam suatu bidang, jangan menyerah dalam belajar. semua karya yang terkumpul akan menjadi intan di suatu hari.



Terima kasih Bang Dian sudah bersedia diwawancara di Desain Studio! :)

Sama-sama, semoga blog ini terus berkembang ke arah yang lebih baik.


Beberapa lukisan karya Rama Dian :







Ingin melihat karya-karya lainnya dari Rama Dian? silahkan kunjungi tautan dibawah ini:
Rama Dian on Facebook

tentang penulis



Ajir
Desainer grafis, blogger, juga pecandu kopi. Terobsesi dengan segala sesuatu terkait komunikasi visual. Bercita-cita ingin menjadi guru SD sebuah sekolah di pelosok desa yang jauh dari keramaian.
email : ajir86[at]gmail.com | twitter : @desain_studio
view all post by Ajir



Tetap update informasi, tips, dan tutorial desain grafis dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Share On:

One Response to “ Wawancara dengan Rama Dian, Pelukis ”

  1. cha says:

    ToP buageedzzz....:)

Leave a Reply