20101217 12

Bikin Logo!? Anak Kecil juga Bisa!

in , ,

Sebuah artikel tamu dari Ikaz Narsis (zonanarsis.com)

Judul yang menarik bukan?? Menimbulkan banyak makna: bisa jadi memang semua orang bisa membuat logo, karena anak kecil saja bisa. Bisa juga bermaksud menyindir: karena anak kecil di anggap masih amatir.

Desainer logo dituntut memiliki kreatifitas dan kemampuan yang luar biasa. Namun bagaimana mengukur tingkat kreatifitas dan kemampuan seorang desainer logo? Saya pribadi susah menjawabnya. Namun bagi orang awam, hal ini sederhana. Mereka mengukur kreatifitas dan kemampuan desainer logo dari bentuk yang dibuat! Sesederhana itukah!? Bisa iya, bisa juga tidak. Saya pribadi kurang sependapat dengan pemahaman seperti itu tentang sebuah logo.


Berdasarkan pengalaman saya, yang masih terus mencoba untuk menjadi desainer logo yang “kreatif dan memiliki kemampuan luar biasa” (semoga saya bisa menjadi seperti itu), saya pernah mendapati klien yang luar biasa membuat saya pusing. Seolah-olah dia mengerti bagaimana membuat logo yang benar. saya menghormati perkataan-perkataan beliau karena saya sendiri tidak berani menjamin kalau saya adalah seorang desainer logo yang baik, setidaknya saya mengerti sedikit mengenai logo dan tau apa yang sedang saya kerjakan.

Dia beralasan tidak punya bakat menggambar (padahal tidak semua desainer bisa menggambar), jadinya dia meminta saya untuk membuat logo usahanya, dan saya menyanggupinya. Saya tipe desainer yang menyukai konsep sederhana (simple) dalam membuat logo. Dan jadilah sebuah logo yang cukup sederhana. Logo tersebut saya buat dengan mempertimbangkan kaidah dan prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam mentransfer pesan melalui sebuah logo, hal-hal yang memang seharusnya penting untuk selalu diperhatikan oleh desainer logo.

Namun apa yang terjadi?? Logo tersebut di bilang jelek, terlalu sederhana, dan kurang menarik. Fuih!! Sabar..sabar.. Kadang kala, sebagai desainer memang harus banyak sabarnya menghadapi klien yang seperti ini. Jadi saya pun bertanya bagian mana yang harus direvisi. "Logo tersebut terlalu mudah untuk ditiru, anak kecil saja bisa membuatnya!!" Begitu ujarnya.

JedaarrRR!!

Walah, ternyata begini pemahaman dia mengenai logo, saya pikir seperti apa, sayapun kemudian tersenyum.

Seperti kita ketahui, membuat logo membutuhkan proses yang menjadikan logo itu unik dan orisinil serta baik dari segi makna sebagai identitas. Karena itu, logo yang baik tidak bisa dilihat dari bentuk visualnya saja (yang terlihat), banyak faktor lain dibelakangnya (yang tidak terlihat) yang menjadikan logo itu baik dan mampu mewakili entitas usaha dalam jangka waktu yang sangat lama..

Sebuah logo itu tidak dilihat dari rumit bentuknya, juga bukan soal gampang ditiru dan gampang dibuat. Logo-logo yang sukses seperti Nike, Adidas, Apple memiliki bentuk yang sangat sederhana. Saya berani jamin anak tetangga saya yang belum sekolahpun bisa menirunya! Apa susahnya meniru logo Nike!? Saya juga jamin kamu-kamu pasti bisa membuatnya.



Karena bentuk bukanlah segalanya yang membuat logo itu bagus. Bagi saya sendiri “Ide” lah yang merupakan faktor penting, tanpa menyampingkan faktor lain seperti proses dan penerapan prinsip-prinsip desain yang juga sangat penting..

Karena ide itulah yang membuat desainer grafis disebut kreatif. Ide membuat logo menjadi kuat secara makna dan berkualitas dalam tampilan. Kenapa sebelum ada logo Apple, tidak ada orang lain yang membuatnya?? Karena mereka tidak terpikirkan hubungan logo Apple tersebut dengan komputer, namun karena ide yang unik dan menyambungkan paham itulah yang menjadikan logo tersebut bagus, menarik dan tentu saja harganya selangit.


Kesimpulan

Logo tidak dilihat hanya dari bentuk. Jika ada seorang desainer yang selalu membuat logo yang rumit dan susah ditiru namun tidak mengerti konsep, Saya bisa bilang dia belum bisa dikatakan desainer yang baik. Intinya jika ingin menjadi desainer logo dan membuat logo yang “layak” di katakan logo, harus mengerti konsep dan memperhatikan hal-hal yang membuat logo itu “layak” dan mampu bekerja secara efektif sebagai identitas bagi entitas yang diwakilinya.

Terima kasih buat desainstudio.com yang memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengalaman kepada pembaca. Semoga kita bisa menjadi desainer logo yang kreatif dan memiliki kemampuan yang luar biasa.


Author: Ikaz Narsis adalah seorang Freelance Graphic Designer dan juga seorang blogger. Sering berbagi Tutorial dan tips tentang desain disitus pribadinya, zonanarsis.com



thumbnail image

Tetap update artikel, tips, dan tutorial desain menarik lainnya dengan mengikuti FACEBOOK dan TWITTER Desain Studio!

Share On:

12 Responses to “ Bikin Logo!? Anak Kecil juga Bisa! ”

  1. Mantabss....Nice Post!:D I Like!
    Logo-kogo professional biasanya terlihat sederhana tapi tersembunyi ide brilliant disebaliknya...kadang perlu pemahaman mendalam tentang maksud logo tersebut,,,,
    kaya yang postingan yang satu ini:
    http://webdesignledger.com/inspiration/20-logos-with-clever-negative-space

  2. ajir says:

    Setuju bro! Ada baiknya memang desainer hrs memberi penjelasan mengenai konsep, proses, dan tujuan dari desain agar klien mengerti bahwa tidak selamanya yang cantik itu baik. Nice post, thanks!

  3. Sebetulnya logo yang rumit sekalipun, misalnya banyak warna dan detail, tetap harus memiliki bentuk yang sederhana. Sederhana artinya bisa langsung dikenali, mudah dicetak, bagus tampil di halaman web atau aplikasi. Desain logo yang terlalu rumit malah efeknya jelek.

    Ini membuat banyak orang awam menganggap remeh desainer logo. Beda dengan desainer lain, proses eksekusi logo di komputer sangat minim. Yang banyak dilakukan adalah proses pencarian ide dan konsep. Karena sedikit kerja, dianggapnya bayarannya pun murah.

    Harus banyak baca artikelnya David Airey.

  4. anak kecil sekarang juga udah hebat tuh :)

  5. Sebagai desainer, saya tidak menyalahkan klien jika ada yg berkomentar seperti itu.

    Seharusnya sebagai desainer, sejak awal kita sudah 'mendidik' klien kita seperti apa logo yang bagus itu. Seorang desainer juga dituntut memiliki kemampuan presentasi yang baik. Sehingga bisa menyampaikan pemikiran & gagasan yang lebih mudah diterima. Juga supaya sejak awal klien sudah memiliki gambaran yang sama dengan kita, seperti apa logo yang baik itu.

    Logo memang harus dilihat dari prosesnya, namun bukan berarti bentuknya tidak perlu dilihat. Jutru seharusnya bentuk itu memiliki daya tarik yang kuat & bisa menimbulkan kesan yang mendalam.

  6. Tentu saja kita harus memberi pemahaman yang jelas kepada klien bagaimana logo yang baik ( kalau perlu di ceramahin).

    Masalah di atas, klien yang saya kira udah ngerti taunya belom ngerti ( kebanyakan seperti ini ) di daerah saya faktor desain/brand itu masih anak tiri, jadi mereka tidak peduli dengan konsep, ide dan sebagainya, bagi mereka yang penting bentuk unik dan rumit ( biar susah di tiru ).

    Setiap klien emang berbeda-beda, tapi setelah saya jelasin dengan contoh-contoh di atas klien tersebutpun mengerti.

    Tentu saja bentuk juga faktor penting, tapi bagi saya pribadi bukan paling utama, tetap ide yang utama.

    Jika Ide/Ilham dah dapat, bentuk sederhana pun bisa menimbulkan kesan yang mendalam.

    thanks buat bung marco yang udah kasih kesempatan nulis di blognya,

    sst.. jgn ngambek2 lagi ya, hahaha... *kabur..

  7. Masukan bagi saya yang sangat pemula ini.
    Thank's abang2ku..
    hehehe..:)

  8. Anonim says:

    Saya mengerti sekali rasanya "IkazNarsis", memang belum pernah mengalami yg se"JLEBB" itu sih, kalimatnya, tapi kurang lebih..
    Dan saya juga tidak pernah menyalahkan apabila ada klien yg mengatakan demikian, karena ibarat kata, visual itu sama dgn selera, seperti selera makanan. seenak apapun, pasti masih ada yang bilang nggak enak.
    Dan yg saya bingung seperti Fauzone katakan, (dan byk sekali orang seperti pembicara desain, pengajar, atau dosen2) yang sering mengatakan, "Kewajiban desainer memberikan pendidikan untuk klien-nya mengenai desain yg baik."
    !!??!!??!!?????????!!!?????

    Mmm... kalau boleh tau, bagaimana memang caranya??
    jangankan mendidik, terkadang kita memberitahukan sesuatu untuk kemudahan si klien itu sendiri saja, mereka boro2 mau dengar.

    Saya percaya bgt soal cara seorang desainer mempresentasikan itu menjadi hal yang sangat menentukan! cara mempresentasi yg baik itu sering membuat klien menerima desain kita. tapi kalo sudah masalah pendapat masing2 orang... kayaknya semua orang itu kepala batu dech!?

    Untung2 kalo dapet klien yg bisa diberikan pengertian mengenai desain yg baik. kalo nggak??
    yang selama ini saya bingung tuh... yg dimaksud "mendidik" klien tuh seperti apa sih memang!?

  9. Nice info Om, Aamiin ya Allah.

    respect,

  10. Pernah mengalami seperti ini. Kesannya seperti menghina gt....

  11. Anonim says:

    Gua setuju banget sama artikel lo yang satu ini bung

Leave a Reply